fbpx

Perusahaan-Perusahaan Terkemuka Memusatkan Perhatian Pada Laporan Berbasis Bukti untuk CSR dan Proyek Pembangunan Berkelanjutan: Catatan penting yang Mengemuka dari Pertemuan Dewan Penasehat Artemis

Feb 5, 2021 | by Yosy Christy Natalia

“Mengerjakan apa yang diamanahkan undang-undang belumlah cukup. Kita perlu berada di garis terdepan dalam isu-isu  [terkait tanggung jawab sosial] ini

Anders Dahlvig, CEO  IKEA, sebagaimana dikutip dari Financial Times. A

Para peserta yang tergabung dalam ‘Dewan Penasehat’ yang menjadi mitra Artemis untuk CSR dan proyek berkelanjutan yang didukung perusahaan menyuarakan keyakinan yang sama dengan para tokoh dunia bisnis; mereka menyerukan pentingnya menciptakan masa depan yang lebih transparan dan akuntabel. 

Artemis mengadakan pertemuan pertama ‘Dewan Penasehat’ yang dihadiri para tokoh perintis dunia usaha di Indonesia. Pertemuan ini dihadiri wakil dari Maybank, Indofood, GE, Kalbe dan banyak lagi. 

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk membentuk sebuah forum bagi para ahli CSR dan Proyek Berkelanjutan di kawasan ini. Tujuannya adalah untuk saling belajar, terhubung dan menyelaraskan upaya-upaya mereka.

Tiga tema utama yang dibahas di dalam forum ini adalah:

  1. CSR/Proyek Berkelanjutan di era paska-covid 
  2. Harapan-Harapan Millennials & Gen Z
  3. Hubungan antara CSR & Brand Value

Hal-hal penting dari diskusi:: 

Pergeseran dari  CSR ke Proyek Berkelanjutan 

Saat ini terjadi pergeseran menuju ke pendekatan yang lebih proaktif terhadap isu keberlanjutan – yang bertujuan untuk menciptakan nilai positif dan mitigasi risiko – bergeser dari pendekatan CSR yang bersifat reaktif dalam menjawab persoalan yang muncul atau sekadar memberi kompensasi. Karena itu, para peserta dialog yakin bahwa pendekatan yang ‘berkelanjutan’ jauh lebih bernilai bagi masyarakat.

Read also:

Membangun Bisnis Berkelanjutan — Dengan CSR & ESG

Berbagai Jenis Program CSR: Bagaimana Perusahaan Dapat Ikut Terlibat

Pergeseran ke kampanye dan donasi secara daring (online)

Sebagai dampak dari COVID-19, perusahaan-perusahaan melihat pergeseran ke kampanye daring (online) dan upaya mengadakan donasi yang lebih menjangkau proyek sosial, untuk lembaga-lembaga kesehatan dan lainnya serta meningkatnya fokus pada keselamatan karyawan. Untuk melindungi kepentingan dan kesehatan para staf, sebagian besar perusahaan menghindari kegiatan kerelawanan yang bersifat tatap muka atau kegiatan lainnya yang melibatkan karyawan secara kontak fisik. Meski demikian, sebagian besar peserta dialog sepakat bahwa mereka melihat makin tingginya minat karyawan mereka terlibat dalam kegiatan yang memberi berkontribusi bagi masyarakat.

Makin tingginya kebutuhan akan dampak berbasis bukti sebagai dampak dari COVID-19

Salah satu tren menonjol akibat covid adalah sebagian besar perusahaan menjadi lebih berorientasi pada hasil dan dampak. Terdapat kebutuhan tinggi dari para pemangku kepentingan untuk melihat apa dan berapa besar dampak yang diciptakan oleh kegiatan yang mereka lakukan atau uang yang mereka donasikan. Pandangan yang makin berkembang adalah bahwa 10 tahun ke depan orang-orang akan semakin fokus pada laporan-laporan yang berkelanjutan yang berbasis bukti untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat hari ini dalam sektor lingkungan, kesehatan dan komunitas. Dibutuhkan data yang akurat dan terpercaya sehingga kita dapat fokus dalam menciptakan dampak positif dan juga untuk menjamin kita dapat melakukan mitigasi risiko dan mengurangi dampak negatif.

Makin tingginya permintaan dari Millenials dan Gen-Z terhadap aktivitas yang lebih bertanggungjawab secara sosial

Seluruh peserta dialog yakin bahwa millenials dan Gen-Z kian menjadi bagian besar kelompok konsumen dan karyawan, karena itulah lebih banyak tekanan terhadap perusahaan dan brand untuk secara serius memperhatikan tuntutan mereka. Generasi baru secara cepat menjadi penggerak arus yang menuntut perusahaan-perusahaan untuk menjadi lebih transparan terkait dampak sosial yang diciptakan. 

Data mengenai dampak menjadi bagian tak terpisahkan dalam narasi yang dibangun brand

Karena generasi yang lebih mudah menuntut transparansi dan akuntabilitas dari brand, mereka menginginkan penceritaan tentang dampak agar menyertakan data yang terpercaya mengenai dampak. Mereka tidak lagi puas dengan klaim-klaim umum lewat humas atau Public Relations tapi menuntut data spesifik yang mendukung klaim yang dibuat. Para peserta dialog juga setuju agar nilai yang diusung brand  memiliki korelasi langsung dengan data terkait dampak dan narasi yang dibangun terkait dampak. 

Dibutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak dan bagaimana mengukur dampak di seluruh tingkatan

Dan hal terakhir, makin berkembang pemahaman bahwa kita semua membutuhkan pengertian yang sama tentang apa yang dimaksud dengan dampak di semua tingkatan, dibutuhkan penyelarasan yang jelas tentang dampak yang berusaha kita capai dan  bagaimana mengukurnya. Sebagian besar peserta sepakat akan perlunya kejelasan terkait tiga pertanyaan penting ini guna memungkinkan semua pelaku dapat mewujudkan aspirasi sosial dan program keberlanjutan mereka.

Pertemuan pertama Dewan Penasehat yang menjadi mitra Artemis ini membuat kami merasa optimis dengan arah yang kami tuju ke depan. Para perusahaan paham akan pentingnya program berkelanjutan. Mereka tidak hanya ingin mengambil langkah yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ini, melainkan telah melakukannya dalam berbagai bentuk. Salah satu tema terpenting yang dibahas di dalam pertemuan ini adalah perlunya ‘Pelaporan berbasis bukti’. Pelaporan berbasis bukti yang menunjukkan bahwa dampak yang sesungguhnya diwujudkan dengan segala kemungkinan terbaik yang ada.

Close Bitnami banner
Bitnami