fbpx

Panduan untuk Carbon Disclosure Project (CDP)

Des 16, 2021 | by Yosy Christy Natalia

Des 16, 2021 | by

Seri Kerangka Evaluasi ESG: Panduan untuk Carbon Disclosure Project (CDP)

Investasi dan pelaporan berkelanjutan tentunya membutuhkan kerangka evaluasi yang kuat, disertai dengan perumusan kriteria evaluasi ESG. Kerangka kerja Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola merupakan alat untuk menilai sebuah prospek organisasi untuk investasi dampak. Dengan kerangka kerja, perusahaan berbagi informasi tentang berbagai aspek operasi mereka mengenai kepemimpinan, lingkungan, dan komunitas masyarakat di mana mereka beroperasi. Secara keseluruhan, kerangka kerja ESG  menilai dan mengukur kelayakan investasi suatu organisasi.

Di blog sebelumnya, secara singkat kami telah mengulas tentang beberapa kriteria evaluasi Top ESG. Untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dan holistik tentang kerangka kerja ESG, kami secara khusus mengulasnya dalam serangkaian blog untuk masing-masing kerangka kerja evaluasi teratas. Blog ini secara khusus membahas tentang Carbon Disclosure Project (CDP).

Memahami CDP

CDP berada pada lingkup konservasi air, mengurangi pemborosan air dan emisi, serta mempromosikan penghijauan. Kerangka kerja ini membantu perusahaan dalam upaya dekarbonisasi, pelaporan karbon, dan pelaporan emisi mereka. Standar CDP melingkupi tiga hal yang luas – air, deforestasi dan emisi rumah kaca.

CDP adalah badan amal nirlaba dengan fokus menjalankan sistem pelaporan  global bagaimana investor, perusahaan, kota, negara bagian, dan wilayah mengelola dampak lingkungan mereka. Selama dua decade, CDP telah dikenal dengan pelaporan keberlanjutan. Sebanyak 50 negara dan 90 perusahaan menggunakan CDP dalam pelaporan mereka setiap tahunnya.

“Ekonomi dunia menjadikan CDP sebagai standar utama pelaporan lingkungan dengan dilengkapi dengan kumpulan data penting dan terlengkap tentang aksi korporasi dan kota,” dinyatakan situs resmi CDP.

Spesialisasi dan relevansi

CDP bekerja berdasarkan premis ‘pelaporan, wawasan, tindakan’ dan bertujuan membantu perusahaan mengelola risiko dan peluang mereka terkait perubahan iklim, ketahanan air, dan deforestasi.

Masalah lingkungan-terutama perubahan iklim, kelangsungan sumber air, hutan dan emisi – merupakan inti dari pengoperasian CDP. Dalam rilisnya, sejauh ini, lebih dari 13.000 perusahaan di seluruh dunia telah melaporkan tentang perubahan iklim, kelangsungan sumber air, dan hutan. Sementara itu lebih dari 1.000 kota, negara bagian, dan wilayah mengungkapkan informasi lingkungan menggunakan standar CDP.

Bagaimana CDP bekerja

“Setiap tahun, CDP mengelola informasi yang diberikan dalam proses pelaporan tahunan dan memberikan penilaian kepada perusahaan dan kota berdasarkan pelaporan mereka kontribusinya menuju kepemimpinan lingkungan,” dinyatakan dalam situs web CDP. CDP mengukur kemajuan perusahaan dan kota dengan menggunakan metodologi penilaian independen dan mendorong aksi perusahaan merespons perubahan iklim, hutan dan kelangsungan sumber air.

Selain itu CDP memiliki beberapa program untuk mengatasi masalah lingkungan tertentu seperti program perubahan iklim, aksi iklim, program air, program rantai pasokan dan lain sebagainya.

Berbagai keuntungan/manfaat

CDP memiliki sistem pelaporan CDP yang telah terstandarisasi dan diakui secara global. Selain itu memberi kemudahan bagi organisasi/perusahaan dalam pengumpulan data, sehingga proses pengukuran dan perbandingan lebih mudah dilakukan.

Filosofi ‘pelaporan, wawasan, aksi’ dalam CDP, membantu perusahaan menganalisis data, memberi wawasan yang komprehensif dan memperkuat perusahaan dengan pengetahuan yang dapat dijadikan acuan mengambil keputusan maupun Tindakan di masa depan menuju keberlanjutan dan profitabilitas.

Selain membantu perusahaan mengukur dan mengelola risiko lingkungan mereka, CDP juga membantu meningkatkan reputasi mereka, efisiensi operasional, dan mengurangi biaya operasional.

Tantangan

Pelaporan terkait iklim tentunya tak lepas dari beberapa tantangan. Pihak-pihak yang berpartisipasi di dalam pelaporan iklim sesuai CDP tentunya telah melihat  menemukan beberapa di antaranya. Di antaranya tergantung pada informasi yang diberikan dalam pelaporan tersebut. Bisa saja kurang relevan, jelas, dan berkualitas.

Selain itu tentu ada kekhawatiran kerahasiaan perusahaan yang dapat menghambat pelaporan yang lengkap dan transparan. Kompleksitas dalam menggabungkan informasi kontekstual, keuangan dan non-keuangan, kurangnya kasus bisnis untuk pelaporan CDP adalah beberapa tantangan utama.

Kesimpulan kami

CDP menyediakan berbagai pedoman, metodologi, dan tools online untuk standar pelaporan keberlanjutan  kepada berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, investor. Standar CDP ditujukan untuk mempromosikan pelaporan yang transparan dan akuntabel. Data yang diperoleh dari pelaporan ini digunakan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan yang berorientasi pada hasil untuk memberi manfaat bagi lingkungan, mengurangi risiko, dan memastikan keberlanjutan untuk masa depan yang lebih baik selain memastikan peningkatan keuangan.

Perusahaan dengan kinerja CDP yang lebih baik, akan memperoleh peningkatan reputasi merek dan tentunya lebih menarik bagi konsumen yang sadar akan keberlanjutan.

Dengan pelaporan CDP, perusahaan dapat mengubah risiko lingkungan menjadi peluang bisnis. Penilaian yang efektif dan efisien, pengelolaan risiko sejalan dengan peningkatan efisiensi, profitabilitas, dan dapat membantu mengemat biaya.

Baca juga:

Panduan GIIN IRIS+

Artemis Impact adalah jaringan perusahaan, donor dan nirlaba. Dengan solusi perusahaan kami, kami bertujuan untuk memberdayakan perusahaan untuk membangun cerita dampak yang berpusat pada manusia dan menciptakan dampak berkelanjutan dengan program CSR & bisnis inti mereka.

Close Bitnami banner
Bitnami